Carier Day Di Sekolah Alam

 

Berdasarkan pengamatan penulis, carier day merupakan metode yang belum familiar di Indonesia. Selain itu, pencarian sumber literatur tentang masalah ini juga sangat terbatas, jika tidak dikatakan hampir tidak ada. Tapi sebagai orang yang suka menonton film dari mancanegara, penulis cukup akrab dengan metode pembelajaran ini mengingat banyak sekali film dari mancanegara yang menyajikan adegan carier day dalam filmnya. Berdasarkan pengalaman melihat dan mengamati film-film tersebut, carier day bisa diartikan sebagai salah satu metode belajar mengenalkan macam-macam profesi kepada siswa. Carier day biasanya dilakukan dengan cara mengundang orang tua siswa secara bergantian untuk menceritakan profesi orang tua siswa tersebut. Siswa dapat bertanya seputar profesi orang tua yang dihadirkan. Selain memperkenalkan berbagai profesi, mempererat hubungan antar anak, pengelola sekolah serta para orang tua, carier day juga dapat menumbuhkan rasa menghargai terhadap berbagai profesi serta menimbulkan kebanggaan bagi siswa terhadap profesi orang tuanya.

Umumnya, carier day memang dilakukan dalam kelas dengan suasana yang dialogis antara orang tua dengan siswa. Tapi metode ini juga sebenarnya dapat diterapkan diluar kelas dan melibatkan alam. Sebagai contoh profesi petani, siswa dapat bertanya dan diajarkan langsung oleh orang tua murid bagaimana bercocok tanam yang baik agar panen nya maksimal. Atau misalnya mengundang orang yang berprofrsi di dalam ruangan, metode carier day tetap dapat dilakukan di sekolah alam dengan berbagai penyesuaian. Contohnya orang tua siswa yang berprofesi pengacara tetap dapat diundang dalam carier day dimana siswa dapat bertanya segala sesuatu tentang profesi pengacara juga siswa dapat diberikan pemahaman bagaimana menyelesaikan masalah sehari-hari dengan proses yang baik dan hasil yang baik.
Sekolah alam secara konseptual dirumuskan sebagai sekolah dengan konsep pendidikan berbasis alam semesta. Dasar dari konsep tersebut adalah Al Qur’an dan Hadits, bahwa hakikat penciptaan manusia adalah untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Dengan demikian hakikat tujuan pendidikan adalah membantu anak didik tumbuh menjadi manusia yang berkarakter. Menjadi manusia yang tidak saja mampu memanfaatkan apa yang tersedia di alam, tapi juga mampu mencintai dan memelihara alam lingkungannya (sekolahalam.org).
Alam semesta sebagai basis pendidikannya tentu saja menimbulkan konsekuensi dimana seluruh unsur kehidupan sebagai sumber belajar. Unsur kehidupan tersebut dapat berupa benda mati dan makhluk hidup. Siswa dapat belajar dari benda mati yang ada disekitarnya, menggunakan benda mati tersebut sebagai alat dalam belajar dan atau menjadikan benda mati tersebut sebagai media belajar. Begitu juga dengan makhluk hidup, siswa dapat belajar dari makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan, menggunakannya sebagai alat belajar dan menjadikannya media belajar. Konsep belajar berbasis semesta ini juga termasuk melibatkan seluruh stakeholder sekolah. Siswa dalat belajar dari Guru, pengelola sekolah serta wali murid, demikian juga sebaliknya. Di Sekolah Alam, tidak hanya murid yang belajar. Gurupun belajar dari murid. Bahkan orang tua juga belajar dari guru dan anak-anak.
Di Sekolah Alam anak-anak tidak hanya belajar di kelas. Mereka belajar di mana saja dan pada siapa saja. Mereka belajar tidak hanya dari buku tapi dari apa saja yang ada di sekelilingnya. Dan yang jelas mereka belajar tidak untuk mengejar nilai, tapi untuk bisa memanfaatkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Dan di Sekolah Alam keseragaman bukan pada apa yang dikenakan, tapi pada akhlaknya. Belajar di alam terbuka, secara naluriah akan menimbulkan suasana ‘fun’, tanpa tekanan dan jauh dari kebosanan. Dengan demikian akan tumbuh kesadaran pada anak bahwa ‘learning is fun’ dan sekolah identik dengan kegembiraan. Kemampuan dasar yang ingin dibangun adalah kemampuan anak untuk membangun jiwa keingintahuan, kemampuan melakukan observasi dan membuat hipotesa, serta kemampuan menerapkan metode berpikir ilmiah. Sehingga pengetahuan yang didapat bukan sekedar hafalan, tetapi hasil pengalaman dan penemuan mereka sendiri. Di sini anak juga diarahkan untuk memahami potensi dasar dirinya. Dan di sini, berbeda dengan guru itu bukan tabu. Dapat disimpulkan bahwa sekolah alam menggunakan pendekatan pendidikan yang berpusat pada anak.
Pendekatan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan khusus bagi setiap anak dan menjunjung tinggi keragaman tradisi budaya dan menekankan pada:
– Mengindividualisasi/mengkhususkan pengalaman belajar setiap anak
– Membantu anak mengambil keputusan melalui kegiatan yang direncanakan dan pusat kegiatan
– Peran serta keluarga (USAID)
Pendekatan program yang berpusat pada anak didasarkan pada keyakinan bahwa anak-anak akan tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar. Program carier day tentu saja melibatkan anak secara alamiah. Lingkungan yang dirancang secara cermat dan disesuaikan dengan profesi yang ditampilkan dapat mendorong anak untuk bereksplorasi, mempelopori dan menciptakan. Bagi anak usia dini, secara teoretis pendekatan program berpusat pada anak mencakup tiga program utama(USAID), yaitu konstruktifisme, pelaksanaan yang sesuai dengan pelaksanaan, dan pendidikan yang progresif. Jika ketiga program utama ini dilihat dalam aplikasinya ke program carier day, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:
Konstruktifisme. Para ahli konstruktif meyakini bahwa pembelajaran terjadi saat anak berusaha memahami dunia sekeliling mereka. Pembelajaran menjadi proses interaktif yang melibatkan teman sebaya anak, orang dewasa dan lingkungan. Anak membangun pemahaman mereka sendiri terhadap dunia. Mereka memahami apa yang terjadi di sekeliling mereka dengan mensintesa pengalaman-pengalaman baru dengan apa yang pahami sebelumnya. Dengan program carier day, anak dapat berinteraksi secara langsung dan empirik dengan profesi orang tua temannya dan mensintesa pengalamannya selama program carier day dengan pengalamannya terhadap profesi tersebut. Meskipun begitu, ketika anak yang harus membangun sendiri pemahaman, pengetahuan dan pembelajaran mereka peran orang dewasa sebagai fasilitator dan mediator sangatlah penting. Pengajar harus menyediakan alat-alat, bahan-bahan, dukungan, petunjuk dan minat untuk memaksimalkan kesempatan bagi anak. Penyediaan alat, bahan, dukungan, petunjuk, dan minat tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman yang nyata kepada anak, tidak banya memberikan informasi berupa pengetahuan dalam suasana yang dialogis saja.
Metodologi yang sesuai dengan anak. Metodologi yang sesuai dengan anak adalah metodologi yang disesuaikan dengan tugas perkembangan anak serta sesuai dengan minat dan keterampilan anak. Anak dengan usia tertentu pasti memiliki tugas perkembangan yang berbeda dengan kelompok anak yang lain. Kelompok anak dengan usia yang berbeda juga dapat dibedakan berdasarkan minat atau keterampilan yang dimilikinya. Metodologi yang sesuai dengan perkembangan meliputi kegiatan-kegiatan yang mengacu pada minat anak, tingkat perkembangan kognitif, dan kematangan sosial dan emosional. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat mendorong rasa ingintahu alamiah yang dimiliki anak, kegembiraan terhadap pengalaman-pengalaman panca indera dan keinginan untuk menjelajah gagasan baru mereka sendiri. Penerapannya dalam program carier day dapat berupa perbedaan tugas yang dibrikan kepada anak ketika melakukan observasi atau praktek profesi yang dipresentasikan. Tugas perkembangan anak usia play group tentu saja berbeda dengan tugas perkembangan anak usia SD.
Pendidikan Progresif. Yang dimaksud pendidikan yang progresif adalah pendidikan yang dipandang sebagai proses sepanjang hidup, bukanlah hanya pendidikan persiapan untuk masa yang akan datang. Dewey (1938 dalam USAID) berpendapat bahwa pendidikan sebagai persiapan untuk kehidupan masa dewasa “menyangkal adanya kegembiraan dan rasa ingin tahu yang terdapat dalam diri anak yang dibawa ke sekolah dan mengalihkan fokus pengajaran yang seharusnya ditujukan terhadap minat dan kemampuan yang sekarang nyata-nyata dimiliki siswa, menjadi terhadap anggapan-anggapan abstrak tentang hal-hal yang mungkin mereka ingin capai di masa datang”.
Akhirnya dengan pembahasan yang terbatas ini dapat disimpulkan bahwa program carier day, program yang memperkenalkan variasi profesi kepada anak didik dapat diaplikasikan di alam, berbeda pada praktek awalnya yang dilakukan dalam ruangan, dan sesuai dengan konsep sekolah alam. Carier day dapat menjadi alternatif pilihan program yang dilakukan di sekolah alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: